Pemprov Malut Dihujat Habis-Habisan! Rp15,8 Miliar Lenyap untuk Kemewahan Gubernur, GPM Malut Geram Sentil DPRD Mandul

- Penulis Berita

Senin, 20 Oktober 2025 - 07:32

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SOFIFI, Gapi72 – Di tengah jeritan rakyat yang tercekik krisis ekonomi dan pemangkasan dana Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Maluku Utara, di bawah kendali Gubernur Sherly Tjoanda Laos, kembali membuat publik meradang. Dengan tega, anggaran sebesar Rp15,8 miliar diduga kuat dialokasikan hanya untuk memoles ruang kerja mewah di kantor gubernur Sofifi serta merehabilitasi rumah dinas gubernur Malut, sebuah tindakan yang sangat tidak berperasaan dan mengkhianati amanah rakyat.

Skandal memalukan ini terkuak berkat “kebocoran” informasi melalui situs resmi Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Di sana terpampang nyata proyek dengan nama “Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kebutuhan KDH dan WKDH” dengan kode tender 10086536000, yang sudah selesai ditenderkan dengan nilai pagu Rp7 miliar.

Ironisnya, proyek yang didanai dari APBD Tahun 2025 ini, bertujuan untuk menyediakan berbagai fasilitas mewah yang tidak masuk akal untuk menunjang kebutuhan gubernur dan wakil gubernur. Lebih parah lagi, Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas PUPR juga menganggarkan Rp8,8 miliar untuk merehabilitasi rumah dinas jabatan gubernur, seolah-olah rumah dinas yang ada saat ini tidak layak huni.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

DPD Gerakan Pemuda Maluku Utara (GPM Malut) pun tak tinggal diam. Mereka mengecam keras tindakan Pemprov Malut yang dinilai sangat tidak peka terhadap penderitaan rakyat. GPM Malut juga menyindir DPRD Malut yang dianggap mandul dan tidak mampu mengawasi penggunaan anggaran daerah secara efektif.

“Di tengah kondisi keuangan daerah yang morat-marit dan rakyat yang semakin susah, kok tega-teganya Pemprov Malut menghambur-hamburkan uang rakyat hanya untuk kemewahan pribadi gubernur? DPRD Malut juga ke mana saja selama ini? Kenapa diam saja melihat ketidakberesan ini?” ujar seorang perwakilan GPM Malut dengan nada geram.

GPM Malut mendesak DPRD Malut untuk segera membentuk tim investigasi independen dan mengusut tuntas skandal ini. Mereka juga meminta aparat penegak hukum untuk turun tangan dan memeriksa dugaan penyimpangan anggaran yang merugikan keuangan negara.

“Kami tidak akan tinggal diam! Jika DPRD Malut dan aparat penegak hukum tidak bertindak, kami akan turun ke jalan dan melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran untuk menuntut keadilan!” tegasnya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

THR Dicicil, Ada Dugaan Anggaran Sudah Terpakai? Sekda Ternate Didesak Buka-bukaan
THR ASN Ternate Molor, Dugaan Bobroknya Pengelolaan Anggaran
Konflik Desa Saketa tak Selesai, Warga Lima Negeri Desak DPRD Bentuk Angket Bupati
PT Buli Bangun Tegaskan Komitmen Transparansi dan Kualitas Proyek Jalan Weda–Mafa–Matuting–Saketa
Peringati Isra Miraj, Panti Anak Gelar Kegiatan Perisai
Pengelolaan Dana Desa Sabaleh Menimbulkan Keraguan, Masyarakat Minta Inspektorat Turun Lapangan  
Desa Talaga Harumkan Maluku Utara, Tembus Pemenang Nasional Desa Wisata Nusantara 2025
Camat Malifut Dorong Kolaborasi Stakeholder untuk Cegah Stunting dan Lengkapi Pendataan Kesehatan  
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 04:28

Kejati Maluku Utara Didesak Telusuri Pekerjaan Area Parkir Terminal Payahe, CV Citra Mandiri Harus Dipanggil

Senin, 6 April 2026 - 07:16

LIN Malut “Ultimatum” Kejati: Jangan Lindungi Rizal Marsaoly di Kasus Rumah Dinas

Selasa, 31 Maret 2026 - 12:27

Dana THR Pemkot Ternate Diduga Dipakai untuk Kegiatan Lain, LIN Desak Audit BPK

Senin, 30 Maret 2026 - 06:56

Sekda Ternate Diseret ke Pusaran Dugaan Korupsi, Massa Desak Kejati Segera Periksa Rizal Marsaoly

Rabu, 25 Maret 2026 - 04:23

Dugaan “Titipan” Anggaran 5,1 Miliar di Kantor Camat Ternate Tengah, Kejari Didesak Turun Tangan

Minggu, 22 Maret 2026 - 08:33

BPK Temukan Dugaan Penyimpangan Rp 268 Juta di PDAM Morotai, Mantan Plt Dirut Bakal Dilaporkan ke Kejati

Senin, 16 Februari 2026 - 02:29

Kasus Dugaan Korupsi Dana Retreat Halsel Kembali Disorot, Kejati Didesak Segera Tetapkan Tersangka

Jumat, 13 Februari 2026 - 05:56

Kejati Ditantang Jerat Kadis PMD dan Ketua APDESI Halsel dalam Kasus Retreat, Mudasir: Kami Akan Kawal sampai Kejagung

Berita Terbaru