Malut Terancam Krisis Rp10 Triliun, Gubernur Gandeng BPK, PAD Jadi Taruhan

- Penulis Berita

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 10:30

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SOFIFI, Gapi72 – Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) berada di ujung tanduk. Kebijakan pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) dari pusat mengancam defisit anggaran hingga Rp10 triliun pada tahun 2026. Gubernur Malut, Sherly Tjoanda, mengambil langkah nekat dengan menggandeng Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD). Mampukah kolaborasi ini menyelamatkan Malut dari jurang krisis?

Gubernur Sherly Tjoanda dalam acara ramah tamah bersama BPK RI dan seluruh Kepala Daerah Malut di Bela Hotel (17/10) menyatakan, “Pemotongan TKD ini harus jadi cambuk Dengan bantuan BPK, kita harus berjuang meningkatkan PAD.

Kepala Perwakilan BPK Provinsi Malut, Marius Sirumapea, menimpali dengan nada serius, “BPK akan fokus mengawasi pajak dan retribusi daerah. Ini adalah pertarungan untuk menyelamatkan fiskal Malut!”

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Anggota VI BPK RI, Fathan Subchi, mencoba memberikan suntikan semangat, “Malut punya potensi besar! Pertumbuhan ekonomi 32,09% adalah modal bagus, tapi harus diimbangi peningkatan kesejahteraan rakyat.

Namun, pertanyaan besar tetap menggantung: Mampukah kolaborasi ini benar-benar mendongkrak PAD Malut secara signifikan? Ataukah Malut akan terjerembab dalam krisis keuangan yang lebih dalam? Waktu akan menjawab

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kekurangan Volume Proyek Drive Center Maitara, LIN Minta Kejati Periksa Kadisbudpar Tidore dan Rekanan
Setahun Penyidikan, Kasus Islamic Center Halteng Belum Ada Tersangka, LIN Minta Seret Kontraktor
Vonis 4 Tahun Andi Sudirman Dianggap Tidak Mencerminkan Keadilan
Kejati Maluku Utara Didesak Telusuri Pekerjaan Area Parkir Terminal Payahe, CV Citra Mandiri Harus Dipanggil
LIN Malut “Ultimatum” Kejati: Jangan Lindungi Rizal Marsaoly di Kasus Rumah Dinas
Dana THR Pemkot Ternate Diduga Dipakai untuk Kegiatan Lain, LIN Desak Audit BPK
THR Dicicil, Ada Dugaan Anggaran Sudah Terpakai? Sekda Ternate Didesak Buka-bukaan
Sekda Ternate Diseret ke Pusaran Dugaan Korupsi, Massa Desak Kejati Segera Periksa Rizal Marsaoly
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 05:57

Kekurangan Volume Proyek Drive Center Maitara, LIN Minta Kejati Periksa Kadisbudpar Tidore dan Rekanan

Senin, 4 Mei 2026 - 08:11

Setahun Penyidikan, Kasus Islamic Center Halteng Belum Ada Tersangka, LIN Minta Seret Kontraktor

Minggu, 3 Mei 2026 - 04:41

Vonis 4 Tahun Andi Sudirman Dianggap Tidak Mencerminkan Keadilan

Selasa, 7 April 2026 - 04:28

Kejati Maluku Utara Didesak Telusuri Pekerjaan Area Parkir Terminal Payahe, CV Citra Mandiri Harus Dipanggil

Selasa, 31 Maret 2026 - 12:27

Dana THR Pemkot Ternate Diduga Dipakai untuk Kegiatan Lain, LIN Desak Audit BPK

Senin, 30 Maret 2026 - 06:56

Sekda Ternate Diseret ke Pusaran Dugaan Korupsi, Massa Desak Kejati Segera Periksa Rizal Marsaoly

Senin, 30 Maret 2026 - 06:51

FAKB Malut Kepung Kantor Wali Kota dan Kejati, Desak Sekda Ternate Diperiksa atas Dugaan Korupsi Beruntun

Rabu, 25 Maret 2026 - 04:23

Dugaan “Titipan” Anggaran 5,1 Miliar di Kantor Camat Ternate Tengah, Kejari Didesak Turun Tangan

Berita Terbaru