Tambang Ilegal Kusubibi Terus Beroperasi, Diduga Dibiarkan Aparat Penegak Hukum

- Penulis Berita

Senin, 19 Januari 2026 - 09:08

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tambang emas ilegal Desa Kusubibi, Kabupaten Halmahera Selatan.

Tambang emas ilegal Desa Kusubibi, Kabupaten Halmahera Selatan.

GAPI, HALSEL – Aktivitas pertambangan emas ilegal di Desa Kusubibi, Kecamatan Bacan Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, hingga kini masih terus beroperasi.

Meski praktik penambangan tanpa izin ini telah berlangsung lama dan menggunakan peralatan pengolahan emas berbahaya, aparat penegak hukum dinilai belum menunjukkan tindakan tegas. Bahkan, muncul dugaan bahwa Polda Maluku Utara dan Polres Halmahera Selatan seolah membiarkan aktivitas melawan hukum tersebut terus berjalan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, aktivitas tambang ilegal tersebut diduga kuat milik Hi. Haidir, yang menjalankan pengolahan emas menggunakan tong dan tromol, serta memanfaatkan bahan kimia berbahaya jenis sianida sebagai bahan pemisah emas. Penggunaan sianida diketahui memiliki dampak serius terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ironisnya, aktivitas pengolahan emas ilegal ini dilakukan secara terbuka di wilayah Desa Kusubibi, tanpa adanya upaya penindakan atau penyegelan lokasi oleh aparat berwenang. Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat terkait fungsi pengawasan dan penegakan hukum oleh kepolisian.

Warga setempat mengaku resah, lantaran limbah hasil pengolahan emas dikhawatirkan mencemari tanah dan sumber air. Selain itu, keberadaan tambang ilegal juga berpotensi memicu konflik sosial dan kerusakan lingkungan jangka panjang.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polda Maluku Utara maupun Polres Halmahera Selatan terkait dugaan pembiaran aktivitas tambang ilegal tersebut. Upaya konfirmasi kepada pemilik tambang juga belum membuahkan hasil.

Publik kini menanti langkah tegas aparat penegak hukum untuk menghentikan aktivitas pertambangan ilegal di Kusubibi, sekaligus mengusut dugaan keterlibatan pihak-pihak yang melindungi praktik ilegal tersebut. (luy)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kasus Dugaan Korupsi Dana Retreat Halsel Kembali Disorot, Kejati Didesak Segera Tetapkan Tersangka
Kejati Ditantang Jerat Kadis PMD dan Ketua APDESI Halsel dalam Kasus Retreat, Mudasir: Kami Akan Kawal sampai Kejagung
BPK Bongkar Dugaan Pembiaran Kejahatan Anggaran di DPUPR Haltim: Proyek Molor, Denda Dipendam, Uang Negara “Ditahan” Rp327 Juta
TP/TGR Disdik Halsel Rp1,64 Miliar Masuk LHP BPK, Iswan Hasjim Klaim Sudah Diselesaikan
Proyek Bendungan Irigasi Rp16 Miliar di Weda Selatan Diduga Bermasalah, Lahan Sengketa hingga Kualitas Material Disorot
Diduga Atas Permintaan Kades, Polisi Buka Police Line Tambang Anggai Meski Masih Sengketa
Kades Anggai Dilaporkan atas Dugaan Pencurian 911 Karung Material Tambang Rakyat
BPK Temukan PBJT Tenaga Listrik di Halmahera Timur Belum Didukung Data PLN

Berita Terkait

Senin, 16 Februari 2026 - 02:29

Kasus Dugaan Korupsi Dana Retreat Halsel Kembali Disorot, Kejati Didesak Segera Tetapkan Tersangka

Jumat, 13 Februari 2026 - 05:56

Kejati Ditantang Jerat Kadis PMD dan Ketua APDESI Halsel dalam Kasus Retreat, Mudasir: Kami Akan Kawal sampai Kejagung

Rabu, 11 Februari 2026 - 02:38

BPK Bongkar Dugaan Pembiaran Kejahatan Anggaran di DPUPR Haltim: Proyek Molor, Denda Dipendam, Uang Negara “Ditahan” Rp327 Juta

Minggu, 8 Februari 2026 - 09:14

TP/TGR Disdik Halsel Rp1,64 Miliar Masuk LHP BPK, Iswan Hasjim Klaim Sudah Diselesaikan

Senin, 26 Januari 2026 - 23:45

Diduga Atas Permintaan Kades, Polisi Buka Police Line Tambang Anggai Meski Masih Sengketa

Senin, 26 Januari 2026 - 23:44

Kades Anggai Dilaporkan atas Dugaan Pencurian 911 Karung Material Tambang Rakyat

Minggu, 25 Januari 2026 - 08:18

BPK Temukan PBJT Tenaga Listrik di Halmahera Timur Belum Didukung Data PLN

Sabtu, 24 Januari 2026 - 05:42

Galian Timbunan Diduga Ilegal di Wayaua, Material Dipakai untuk Proyek Bibinoi

Berita Terbaru