Proyek Bendungan Irigasi Rp16 Miliar di Weda Selatan Diduga Bermasalah, Lahan Sengketa hingga Kualitas Material Disorot

- Penulis Berita

Sabtu, 7 Februari 2026 - 06:26

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BWS Malut bersama rombongan saat meninjau proyek pekerjaan irigasi di Weda Selatan beberapa waktu lalu

Kepala BWS Malut bersama rombongan saat meninjau proyek pekerjaan irigasi di Weda Selatan beberapa waktu lalu

GAPI, WEDA – Proyek pembangunan bendungan irigasi di Kecamatan Weda Selatan, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, menuai sorotan serius. Proyek bernilai Rp16 miliar yang melekat pada Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara itu diduga bermasalah, mulai dari sengketa lahan hingga kualitas pekerjaan yang dipertanyakan.

Proyek yang berlokasi di Desa Lembah Asri tersebut diketahui dikerjakan di atas lahan yang masih dalam sengketa dengan warga setempat. Akibat belum tuntasnya pembayaran lahan sepanjang kurang lebih 88 meter, pekerjaan fisik sempat terhenti dan hingga kini belum sepenuhnya diselesaikan.

Tak hanya persoalan lahan, mutu konstruksi proyek juga menjadi perhatian. Proyek bendungan irigasi tersebut diduga menggunakan material kapur baru yang dinilai tidak memenuhi standar teknis konstruksi irigasi. Penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi ini dikhawatirkan dapat menurunkan kualitas, kekuatan, dan daya tahan bangunan dalam jangka panjang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Daerah Irigasi (DI) Tilope yang menjadi sasaran proyek ini berada di Desa Tilope dan Desa Lembah Asri, Kecamatan Weda Selatan. Sistem irigasi tersebut terinterkoneksi dengan DI Tilope, DI Wairoro, dan DI Kluting, dengan luas baku mencapai sekitar 3.388 hektare. Dari luas tersebut, luas potensial tercatat 1.877 hektare, sementara luas fungsional baru sekitar 854 hektare.

Selain itu, pekerjaan fisik proyek juga disinyalir tidak sesuai dengan volume kontrak. Hingga mendekati batas waktu pelaksanaan, panjang pekerjaan disebut belum mencapai target 88 meter sebagaimana yang direncanakan dalam kontrak.

Proyek ini dikerjakan oleh pihak ketiga yang disebut-sebut memiliki kedekatan dengan Kepala BWS Maluku Utara. Dugaan tersebut menambah sorotan publik terhadap proses pelaksanaan dan pengawasan proyek strategis tersebut.

Hingga saat ini, pekerjaan bendungan irigasi tersebut belum dituntaskan, meski batas waktu pelaksanaan proyek dijadwalkan berakhir pada Desember 2025. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat, mengingat proyek irigasi tersebut sangat vital bagi sektor pertanian dan ketahanan pangan di wilayah Weda Selatan.

Sampai berita ini ditayangkan, redaksi masih berupaya mengonfirmasi pihak Balai Wilayah Sungai Maluku Utara guna memperoleh penjelasan resmi terkait sengketa lahan, kualitas material, serta progres pekerjaan proyek tersebut. (luy)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kekurangan Volume Proyek Drive Center Maitara, LIN Minta Kejati Periksa Kadisbudpar Tidore dan Rekanan
Setahun Penyidikan, Kasus Islamic Center Halteng Belum Ada Tersangka, LIN Minta Seret Kontraktor
Vonis 4 Tahun Andi Sudirman Dianggap Tidak Mencerminkan Keadilan
Kejati Maluku Utara Didesak Telusuri Pekerjaan Area Parkir Terminal Payahe, CV Citra Mandiri Harus Dipanggil
LIN Malut “Ultimatum” Kejati: Jangan Lindungi Rizal Marsaoly di Kasus Rumah Dinas
Dana THR Pemkot Ternate Diduga Dipakai untuk Kegiatan Lain, LIN Desak Audit BPK
Sekda Ternate Diseret ke Pusaran Dugaan Korupsi, Massa Desak Kejati Segera Periksa Rizal Marsaoly
FAKB Malut Kepung Kantor Wali Kota dan Kejati, Desak Sekda Ternate Diperiksa atas Dugaan Korupsi Beruntun

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 05:57

Kekurangan Volume Proyek Drive Center Maitara, LIN Minta Kejati Periksa Kadisbudpar Tidore dan Rekanan

Senin, 4 Mei 2026 - 08:11

Setahun Penyidikan, Kasus Islamic Center Halteng Belum Ada Tersangka, LIN Minta Seret Kontraktor

Minggu, 3 Mei 2026 - 04:41

Vonis 4 Tahun Andi Sudirman Dianggap Tidak Mencerminkan Keadilan

Selasa, 7 April 2026 - 04:28

Kejati Maluku Utara Didesak Telusuri Pekerjaan Area Parkir Terminal Payahe, CV Citra Mandiri Harus Dipanggil

Selasa, 31 Maret 2026 - 12:27

Dana THR Pemkot Ternate Diduga Dipakai untuk Kegiatan Lain, LIN Desak Audit BPK

Senin, 30 Maret 2026 - 06:56

Sekda Ternate Diseret ke Pusaran Dugaan Korupsi, Massa Desak Kejati Segera Periksa Rizal Marsaoly

Senin, 30 Maret 2026 - 06:51

FAKB Malut Kepung Kantor Wali Kota dan Kejati, Desak Sekda Ternate Diperiksa atas Dugaan Korupsi Beruntun

Rabu, 25 Maret 2026 - 04:23

Dugaan “Titipan” Anggaran 5,1 Miliar di Kantor Camat Ternate Tengah, Kejari Didesak Turun Tangan

Berita Terbaru