FAKB Malut Kepung Kantor Wali Kota dan Kejati, Desak Sekda Ternate Diperiksa atas Dugaan Korupsi Beruntun

- Penulis Berita

Senin, 30 Maret 2026 - 06:51

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAPI, TERNATE – Gelombang aksi unjuk rasa mengguncang pusat Pemerintahan Kota Ternate dan Kantor Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, Senin (30/3/2026). Massa yang tergabung dalam Front Anti Korupsi Bersatu (FAKB) Maluku Utara turun ke jalan, mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas sederet dugaan kasus korupsi yang menyeret pejabat tinggi di lingkup Pemkot Ternate.

Aksi ini merupakan gabungan dari DPD Lembaga Investigasi Negara (LIN) Malut dan LPP Tipikor Malut. Mereka menilai praktik penyelenggaraan pemerintahan di Kota Ternate tengah berada dalam kondisi krisis integritas.

Koordinator aksi, Thusry Karim, dalam orasinya menyebut Ternate saat ini mengalami “darurat integritas”. Ia menuding sejumlah kebijakan pemerintah menyimpang dari aturan hukum, sementara fungsi pengawasan DPRD dinilai tidak berjalan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Soroti Dugaan Suap Villa di Kawasan Lindung

Salah satu isu utama yang disorot massa adalah pembangunan Villa Lago Montana di Kelurahan Fitu, Kecamatan Ternate Selatan. Proyek tersebut diduga berdiri di kawasan lindung atau sempadan danau yang seharusnya tidak boleh dibangun.

Thusry mengungkapkan, Dinas PUPR Kota Ternate telah dua kali mengeluarkan surat peringatan, namun tidak ditindaklanjuti secara tegas.

“Beredar informasi kuat adanya dugaan suap sebesar Rp1 miliar antara pemilik villa dan oknum pejabat tinggi Pemkot untuk meloloskan pembangunan di kawasan terlarang tersebut,” tegasnya di hadapan massa aksi.

Sekda Ternate Jadi Target Pemeriksaan

Selain itu, massa secara khusus mendesak Kejaksaan Tinggi Maluku Utara untuk segera memanggil dan memeriksa Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly.

Rizal disorot terkait perannya saat menjabat sebagai Kepala Dinas Perkim dalam proses pengadaan lahan dan bangunan eks rumah dinas Gubernur Maluku Utara di Kalumpang senilai Rp2,8 miliar.

Menurut massa, putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrah) menyatakan aset tersebut merupakan milik pemerintah. Namun, anggaran tetap direalisasikan, yang diduga merugikan keuangan daerah.

“Ini bukan sekadar kekeliruan administrasi, tetapi berpotensi tindak pidana korupsi. Rizal Marsaoly wajib diperiksa,” tegas Thusry.

Delapan Tuntutan Mendesak

Dalam aksinya, massa juga menyerahkan delapan tuntutan kepada Kejati Maluku Utara, yakni:

Mengusut pelanggaran tata ruang di kawasan Danau Laguna, Kelurahan Fitu

Membongkar dugaan suap Rp1 miliar terkait pembangunan villa

Membuka kembali penyidikan kasus eks kediaman gubernur di Kalumpang

Memeriksa dugaan penyimpangan bansos Rp1,7 miliar (temuan BPK 2024)

Mengaudit penggunaan anggaran City Sanitation Summit Rp1,6 miliar

Menyelidiki proyek panggung Festival Pulau Hiri Rp1,3 miliar yang diduga total loss

Mengusut dugaan mark-up Taman Asmaul Husna Rp1,3 miliar

Memeriksa dugaan pungli Perumda Ake Gaale terkait retribusi sampah

Massa menegaskan akan kembali menggelar aksi dengan jumlah lebih besar jika tuntutan mereka tidak segera ditindaklanjuti.

“Kami ingatkan aparat penegak hukum agar tidak bermain mata dengan pelaku korupsi. Kami akan kawal kasus ini sampai tuntas,” tutup Thusry.

Hingga berita ini dipublikasikan, Pemerintah Kota Ternate maupun Sekda Rizal Marsaoly belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan tersebut. (luy)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dana THR Pemkot Ternate Diduga Dipakai untuk Kegiatan Lain, LIN Desak Audit BPK
Sekda Ternate Diseret ke Pusaran Dugaan Korupsi, Massa Desak Kejati Segera Periksa Rizal Marsaoly
Dugaan “Titipan” Anggaran 5,1 Miliar di Kantor Camat Ternate Tengah, Kejari Didesak Turun Tangan
BPK Temukan Dugaan Penyimpangan Rp 268 Juta di PDAM Morotai, Mantan Plt Dirut Bakal Dilaporkan ke Kejati
Kasus Dugaan Korupsi Dana Retreat Halsel Kembali Disorot, Kejati Didesak Segera Tetapkan Tersangka
Kejati Ditantang Jerat Kadis PMD dan Ketua APDESI Halsel dalam Kasus Retreat, Mudasir: Kami Akan Kawal sampai Kejagung
BPK Bongkar Dugaan Pembiaran Kejahatan Anggaran di DPUPR Haltim: Proyek Molor, Denda Dipendam, Uang Negara “Ditahan” Rp327 Juta
TP/TGR Disdik Halsel Rp1,64 Miliar Masuk LHP BPK, Iswan Hasjim Klaim Sudah Diselesaikan

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 10:08

THR Dicicil, Ada Dugaan Anggaran Sudah Terpakai? Sekda Ternate Didesak Buka-bukaan

Minggu, 29 Maret 2026 - 12:17

THR ASN Ternate Molor, Dugaan Bobroknya Pengelolaan Anggaran

Senin, 9 Februari 2026 - 06:51

PT Buli Bangun Tegaskan Komitmen Transparansi dan Kualitas Proyek Jalan Weda–Mafa–Matuting–Saketa

Sabtu, 17 Januari 2026 - 07:04

Peringati Isra Miraj, Panti Anak Gelar Kegiatan Perisai

Jumat, 16 Januari 2026 - 05:09

Pengelolaan Dana Desa Sabaleh Menimbulkan Keraguan, Masyarakat Minta Inspektorat Turun Lapangan  

Kamis, 15 Januari 2026 - 11:34

Desa Talaga Harumkan Maluku Utara, Tembus Pemenang Nasional Desa Wisata Nusantara 2025

Rabu, 14 Januari 2026 - 07:36

Camat Malifut Dorong Kolaborasi Stakeholder untuk Cegah Stunting dan Lengkapi Pendataan Kesehatan  

Rabu, 14 Januari 2026 - 07:06

Kades Guruapin Diduga Tinggalkan Tugas Berbulan-bulan, Warga Desak Dinas PMD Halsel Segera Evaluasi

Berita Terbaru