Konflik Desa Saketa tak Selesai, Warga Lima Negeri Desak DPRD Bentuk Angket Bupati

- Penulis Berita

Minggu, 29 Maret 2026 - 05:18

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor DPRD Halmahera Selatan

Kantor DPRD Halmahera Selatan

GAPI, LABUHA – Konflik berkepanjangan di Desa Saketa, Kabupaten Halmahera Selatan, kian memicu kemarahan warga. Kantor desa yang dipalang selama lebih dari delapan bulan tak kunjung dibuka, membuat tokoh agama dan tokoh adat dari lima negeri (Malo Plim) mendesak DPRD Halsel segera membentuk panitia angket.

Permintaan ini ditujukan untuk menyelidiki kinerja Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, yang dinilai tidak mampu menyelesaikan persoalan tersebut.

Forum Komunikasi Warga Malo Plim menyebut, konflik bermula sejak Agustus 2025 akibat dugaan penyalahgunaan anggaran desa serta kelalaian pemerintah desa. Sejak saat itu, pelayanan publik lumpuh total.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami sudah berulang kali menyampaikan keluhan ke dinas terkait dan kantor bupati, bahkan melakukan audiensi dengan DPRD Komisi I pada September 2025. Tapi sampai sekarang tidak ada tindakan nyata,” ungkap perwakilan tokoh agama dan adat.

Akibat pemalangan kantor desa, berbagai layanan administrasi terhenti. Warga kesulitan mengurus dokumen penting, termasuk surat keterangan untuk pendidikan dan pekerjaan. Selain itu, Musyawarah Desa (Musdes) untuk penyusunan RKPDesa tahun 2026 juga berakhir ricuh dan tidak dapat dilanjutkan.

Tokoh adat menilai kondisi ini telah memecah belah masyarakat dan memperparah ketegangan sosial di Desa Saketa.

“Kami memilih Bupati dengan harapan ada perubahan. Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Karena itu, kami meminta DPRD menggunakan hak angket untuk menilai kinerja kepala daerah,” tegas warga.

Warga menilai DPRD memiliki kewajiban konstitusional untuk mengawasi jalannya pemerintahan daerah, termasuk dalam menyelesaikan konflik sosial yang berdampak langsung pada masyarakat.

Mereka berharap DPRD Halsel segera menindaklanjuti usulan tersebut dengan membentuk tim angket dan turun langsung ke lapangan guna mengumpulkan keterangan dari warga, tokoh agama, tokoh adat, serta pemuda setempat.

Tokoh agama dan adat Gane juga menyoroti ketimpangan sosial yang terjadi sebagai indikator lemahnya tata kelola pemerintahan di tingkat kabupaten.

“Kalau persoalan seperti ini saja tidak bisa diselesaikan, bagaimana dengan masalah yang lebih besar?” ujarnya.

Warga Malo Plim berharap langkah DPRD dapat segera menghadirkan solusi konkret, sehingga konflik di Desa Saketa berakhir dan masyarakat kembali hidup aman, damai, dan tenteram. (luy)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

THR Dicicil, Ada Dugaan Anggaran Sudah Terpakai? Sekda Ternate Didesak Buka-bukaan
THR ASN Ternate Molor, Dugaan Bobroknya Pengelolaan Anggaran
PT Buli Bangun Tegaskan Komitmen Transparansi dan Kualitas Proyek Jalan Weda–Mafa–Matuting–Saketa
Peringati Isra Miraj, Panti Anak Gelar Kegiatan Perisai
Pengelolaan Dana Desa Sabaleh Menimbulkan Keraguan, Masyarakat Minta Inspektorat Turun Lapangan  
Desa Talaga Harumkan Maluku Utara, Tembus Pemenang Nasional Desa Wisata Nusantara 2025
Camat Malifut Dorong Kolaborasi Stakeholder untuk Cegah Stunting dan Lengkapi Pendataan Kesehatan  
Kades Guruapin Diduga Tinggalkan Tugas Berbulan-bulan, Warga Desak Dinas PMD Halsel Segera Evaluasi

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 05:57

Kekurangan Volume Proyek Drive Center Maitara, LIN Minta Kejati Periksa Kadisbudpar Tidore dan Rekanan

Senin, 4 Mei 2026 - 08:11

Setahun Penyidikan, Kasus Islamic Center Halteng Belum Ada Tersangka, LIN Minta Seret Kontraktor

Minggu, 3 Mei 2026 - 04:41

Vonis 4 Tahun Andi Sudirman Dianggap Tidak Mencerminkan Keadilan

Selasa, 7 April 2026 - 04:28

Kejati Maluku Utara Didesak Telusuri Pekerjaan Area Parkir Terminal Payahe, CV Citra Mandiri Harus Dipanggil

Selasa, 31 Maret 2026 - 12:27

Dana THR Pemkot Ternate Diduga Dipakai untuk Kegiatan Lain, LIN Desak Audit BPK

Senin, 30 Maret 2026 - 06:56

Sekda Ternate Diseret ke Pusaran Dugaan Korupsi, Massa Desak Kejati Segera Periksa Rizal Marsaoly

Senin, 30 Maret 2026 - 06:51

FAKB Malut Kepung Kantor Wali Kota dan Kejati, Desak Sekda Ternate Diperiksa atas Dugaan Korupsi Beruntun

Rabu, 25 Maret 2026 - 04:23

Dugaan “Titipan” Anggaran 5,1 Miliar di Kantor Camat Ternate Tengah, Kejari Didesak Turun Tangan

Berita Terbaru