Menelan Anggran Rp 16,9 Milyar, Pekerjaan Proyek Irigasi Ambruk

- Penulis Berita

Kamis, 24 Juli 2025 - 07:11

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALTENG, Gapi72 — Saluran irigasi yang seharusnya membawa air bagi sawah-sawah di Desa Lembah Asri, Kecamatan Weda Selatan, Kabupaten Halmahera Tengah, kini justru memancing geram publik. Proyek pembangunan dan peningkatan jaringan irigasi D.I Tilepo (tahap IV) itu ambruk sebelum sempat berfungsi maksimal.

Proyek yang menelan dana fantastis senilai Rp16,9 miliar dari APBN 2025 ini kini jadi sorotan Lembaga Pengawasan Independen (LPI) Maluku Utara. Melalui Koordinatornya, Rajak Idrus, LPI menilai pembangunan tersebut dikerjakan asal jadi, jauh dari standar konstruksi yang seharusnya.

“Waktu kami turun ke lokasi, tidak ada gambar kerja di lapangan. Batu hanya disusun seperti susun piring. Pelesterannya dari luar saja, padahal anggarannya besar sekali,” tegas Rajak Idrus, Rabu (23/07).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kecurigaan LPI bukan tanpa alasan. Rajak menjelaskan, dalam tinjauan langsung, penyusunan batu pondasi tidak memakai spesi (campuran semen dan pasir) sebagai pengikat utama. Batu hanya dilempari campuran semen dari atas, lalu langsung diplester.

“Ini bukan teknik bangunan, ini akal-akalan. Hasilnya sudah terlihat—saluran ambruk sebelum benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” sambungnya.

Proyek irigasi ini berada di bawah naungan Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian PUPR. Pekerjaan di lapangan dilaksanakan oleh PT Limau Gapi Konstruksi, dengan pengawasan teknis oleh CV Atrium Arsitek Konsultan. Proyek ini seharusnya tuntas dalam 270 hari kalender, terhitung sejak 20 Maret 2025.

Namun, kondisi di lapangan berbicara lain. Tak hanya sekadar dugaan pelanggaran teknis, LPI juga mendengar keluhan masyarakat yang menyaksikan langsung proses pengerjaan yang dinilai tidak masuk akal.

“BWS, PPK, kontraktor, dan direksi harus bertanggung jawab. Tidak mungkin Balai tidak tahu apa yang terjadi di lapangan. Kami akan siapkan laporan resmi ke BPKP dan kejaksaan, agar sama-sama turun memeriksa,” kata Rajak.

LPI mengklaim telah mengantongi sejumlah nama warga yang siap bersaksi jika diperlukan. Mereka juga mendesak agar kejaksaan segera bergerak cepat mengusut dugaan penyimpangan ini.

“Kalau dibiarkan, proyek-proyek seperti ini akan terus dikerjakan asal jadi. Uang rakyat habis, hasilnya nihil,” tegasnya.

Proyek irigasi Tilepo sejatinya diharapkan menjadi penopang kehidupan ratusan petani di Halmahera Tengah. Namun kini, dengan dinding irigasi yang retak bahkan roboh, harapan itu menguap bersama air yang tak pernah mengalir.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kejati Maluku Utara Didesak Telusuri Pekerjaan Area Parkir Terminal Payahe, CV Citra Mandiri Harus Dipanggil
LIN Malut “Ultimatum” Kejati: Jangan Lindungi Rizal Marsaoly di Kasus Rumah Dinas
Dana THR Pemkot Ternate Diduga Dipakai untuk Kegiatan Lain, LIN Desak Audit BPK
THR Dicicil, Ada Dugaan Anggaran Sudah Terpakai? Sekda Ternate Didesak Buka-bukaan
Sekda Ternate Diseret ke Pusaran Dugaan Korupsi, Massa Desak Kejati Segera Periksa Rizal Marsaoly
FAKB Malut Kepung Kantor Wali Kota dan Kejati, Desak Sekda Ternate Diperiksa atas Dugaan Korupsi Beruntun
THR ASN Ternate Molor, Dugaan Bobroknya Pengelolaan Anggaran
Konflik Desa Saketa tak Selesai, Warga Lima Negeri Desak DPRD Bentuk Angket Bupati

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 04:28

Kejati Maluku Utara Didesak Telusuri Pekerjaan Area Parkir Terminal Payahe, CV Citra Mandiri Harus Dipanggil

Senin, 6 April 2026 - 07:16

LIN Malut “Ultimatum” Kejati: Jangan Lindungi Rizal Marsaoly di Kasus Rumah Dinas

Selasa, 31 Maret 2026 - 12:27

Dana THR Pemkot Ternate Diduga Dipakai untuk Kegiatan Lain, LIN Desak Audit BPK

Senin, 30 Maret 2026 - 06:56

Sekda Ternate Diseret ke Pusaran Dugaan Korupsi, Massa Desak Kejati Segera Periksa Rizal Marsaoly

Rabu, 25 Maret 2026 - 04:23

Dugaan “Titipan” Anggaran 5,1 Miliar di Kantor Camat Ternate Tengah, Kejari Didesak Turun Tangan

Minggu, 22 Maret 2026 - 08:33

BPK Temukan Dugaan Penyimpangan Rp 268 Juta di PDAM Morotai, Mantan Plt Dirut Bakal Dilaporkan ke Kejati

Senin, 16 Februari 2026 - 02:29

Kasus Dugaan Korupsi Dana Retreat Halsel Kembali Disorot, Kejati Didesak Segera Tetapkan Tersangka

Jumat, 13 Februari 2026 - 05:56

Kejati Ditantang Jerat Kadis PMD dan Ketua APDESI Halsel dalam Kasus Retreat, Mudasir: Kami Akan Kawal sampai Kejagung

Berita Terbaru