LIN Malut “Ultimatum” Kejati: Jangan Lindungi Rizal Marsaoly di Kasus Rumah Dinas

- Penulis Berita

Senin, 6 April 2026 - 07:16

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rizal Marsaoly

Rizal Marsaoly

GAPI, TERNATE — Tekanan terhadap Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara kian menguat. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Investigasi Negara (LIN) Maluku Utara secara terbuka melontarkan ultimatum agar penanganan dugaan korupsi pembelian Rumah Dinas Gubernur tidak lagi berlarut-larut tanpa kepastian hukum.

LIN Malut menilai, lambannya penanganan kasus yang berlokasi di Kelurahan Kalumpang, Kota Ternate itu justru memperkuat kecurigaan publik adanya upaya “perlindungan” terhadap pihak-pihak tertentu, termasuk Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly.

Ketua DPD LIN Malut, Wahyudi M. Jen, secara tegas meminta Kejati Malut segera keluar dari bayang-bayang keraguan dan menunjukkan keberanian hukum dengan memanggil, memeriksa, hingga menetapkan tersangka jika unsur pidana telah terpenuhi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jangan ada kesan Kejati Malut bermain aman. Kasus ini sudah terlalu lama menggantung tanpa kejelasan. Publik berhak tahu siapa yang bertanggung jawab,” tegas Wahyudi.

Menurutnya, kasus pembelian Rumah Dinas Gubernur bukan perkara biasa. Selain menyangkut anggaran besar, dugaan kejanggalan dalam proses pengadaan dinilai sangat mencolok, mulai dari tahap perencanaan hingga transaksi pembelian.

LIN menyoroti potensi mark up harga yang dinilai tidak wajar, serta proses yang disebut-sebut tidak transparan dan cenderung dipaksakan. Kondisi ini, kata Wahyudi, menjadi indikator kuat adanya dugaan penyimpangan yang tidak bisa dianggap sepele.

Nama Rizal Marsaoly ikut disorot karena saat proses pembelian berlangsung, ia menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, posisi yang dinilai sangat strategis dan memiliki akses penuh terhadap proses penganggaran hingga eksekusi pembelian.

“Mustahil pejabat pada posisi itu tidak mengetahui detail prosesnya. Karena itu, Kejati wajib memeriksa secara serius, bukan sekadar formalitas,” ujarnya.

Lebih jauh, LIN menegaskan bahwa kredibilitas Kejati Maluku Utara kini sedang dipertaruhkan di mata publik. Jika penanganan kasus ini terus berjalan lambat tanpa progres signifikan, maka akan muncul persepsi bahwa hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

“Kalau memang cukup bukti, tetapkan tersangka. Jangan ragu hanya karena yang terlibat pejabat. Hukum tidak boleh kalah oleh jabatan,” tegas Wahyudi lagi.

LIN juga mendesak agar status penanganan perkara segera ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan sebagai bentuk keseriusan aparat penegak hukum dalam membongkar dugaan korupsi tersebut.

Sebagai bentuk komitmen, LIN Malut memastikan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas, sekaligus mengingatkan Kejati agar tidak berhenti pada wacana pemeriksaan, tetapi berani mengambil langkah hukum konkret.

“Ini uang rakyat. Jangan biarkan kasus ini tenggelam tanpa kejelasan. Kami akan terus mengawasi,” pungkasnya. (luy)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kekurangan Volume Proyek Drive Center Maitara, LIN Minta Kejati Periksa Kadisbudpar Tidore dan Rekanan
Setahun Penyidikan, Kasus Islamic Center Halteng Belum Ada Tersangka, LIN Minta Seret Kontraktor
Vonis 4 Tahun Andi Sudirman Dianggap Tidak Mencerminkan Keadilan
Kejati Maluku Utara Didesak Telusuri Pekerjaan Area Parkir Terminal Payahe, CV Citra Mandiri Harus Dipanggil
Dana THR Pemkot Ternate Diduga Dipakai untuk Kegiatan Lain, LIN Desak Audit BPK
Sekda Ternate Diseret ke Pusaran Dugaan Korupsi, Massa Desak Kejati Segera Periksa Rizal Marsaoly
FAKB Malut Kepung Kantor Wali Kota dan Kejati, Desak Sekda Ternate Diperiksa atas Dugaan Korupsi Beruntun
Dugaan “Titipan” Anggaran 5,1 Miliar di Kantor Camat Ternate Tengah, Kejari Didesak Turun Tangan

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 05:57

Kekurangan Volume Proyek Drive Center Maitara, LIN Minta Kejati Periksa Kadisbudpar Tidore dan Rekanan

Senin, 4 Mei 2026 - 08:11

Setahun Penyidikan, Kasus Islamic Center Halteng Belum Ada Tersangka, LIN Minta Seret Kontraktor

Minggu, 3 Mei 2026 - 04:41

Vonis 4 Tahun Andi Sudirman Dianggap Tidak Mencerminkan Keadilan

Selasa, 7 April 2026 - 04:28

Kejati Maluku Utara Didesak Telusuri Pekerjaan Area Parkir Terminal Payahe, CV Citra Mandiri Harus Dipanggil

Selasa, 31 Maret 2026 - 12:27

Dana THR Pemkot Ternate Diduga Dipakai untuk Kegiatan Lain, LIN Desak Audit BPK

Senin, 30 Maret 2026 - 06:56

Sekda Ternate Diseret ke Pusaran Dugaan Korupsi, Massa Desak Kejati Segera Periksa Rizal Marsaoly

Senin, 30 Maret 2026 - 06:51

FAKB Malut Kepung Kantor Wali Kota dan Kejati, Desak Sekda Ternate Diperiksa atas Dugaan Korupsi Beruntun

Rabu, 25 Maret 2026 - 04:23

Dugaan “Titipan” Anggaran 5,1 Miliar di Kantor Camat Ternate Tengah, Kejari Didesak Turun Tangan

Berita Terbaru