Penetapan Tersangka Kadis UMKM Ternate Diduga Bermuatan Politik, Aktivis: “Gajah di Depan Mata Tak Terlihat”

- Penulis Berita

Sabtu, 9 Agustus 2025 - 11:05

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERNATE, Gapi72 – Penetapan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UMKM) Kota Ternate, Hadi Hairudin, sebagai tersangka dugaan korupsi retribusi pasar senilai Rp600 juta menuai sorotan tajam. Kejaksaan Negeri Kota Ternate menetapkan status tersebut pada 7 Agustus 2025, berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Maluku Utara.

Sekretaris Garda Muda Makayoa, Sukri Ansar, menilai langkah hukum ini sarat muatan politik. Ia menduga Hadi dijadikan “tumbal” untuk menutupi kasus lain yang diduga melibatkan pejabat tinggi di Pemkot Ternate.

“Selama dua periode pemerintahan Wali Kota Tauhid Soleman, ada banyak dugaan kasus pidana seperti Haornas 2019, Covid-19 2020, Perusda, hingga rumah dinas. Namun, penegak hukum seolah diam,” ujar Sukri, Sabtu (9/8/2025). “Pepatahnya, gajah di depan mata tidak terlihat, tapi semut di seberang lautan terus dikejar.”

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sukri juga menyebut penetapan ini sebagai “tamparan keras” bagi aktivis Makayoa. Ia menilai Hadi, yang merupakan tokoh Makayoa di birokrasi, selama ini menunjukkan loyalitas tinggi kepada Wali Kota Tauhid.

“Pak Hadi berjuang keras memenangkan pasangan Tauhid–Nasri di Pilkada. Loyalitas itu dibuktikan saat ia memimpin Dinas Koperasi dan UMKM,” katanya. Sukri menambahkan, Pemkot Ternate pada 2024 bahkan mengalokasikan Rp2,7 miliar dari APBD 2023 untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi 555 pelaku UMKM dan 3.750 ojek andalan, serta program serupa di tahun-tahun sebelumnya.

Ia mempertanyakan mengapa temuan BPK yang lebih besar di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain tidak mendapat perhatian hukum, sementara Dinas Koperasi justru diproses lebih dahulu. “Ini ada apa sebenarnya?” tegasnya.

Sebagai informasi, Hadi Hairudin ditetapkan tersangka dalam dugaan kasus korupsi retribusi pasar berdasarkan temuan LHP BPK Perwakilan Maluku Utara.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kejati Maluku Utara Didesak Telusuri Pekerjaan Area Parkir Terminal Payahe, CV Citra Mandiri Harus Dipanggil
LIN Malut “Ultimatum” Kejati: Jangan Lindungi Rizal Marsaoly di Kasus Rumah Dinas
Dana THR Pemkot Ternate Diduga Dipakai untuk Kegiatan Lain, LIN Desak Audit BPK
THR Dicicil, Ada Dugaan Anggaran Sudah Terpakai? Sekda Ternate Didesak Buka-bukaan
Sekda Ternate Diseret ke Pusaran Dugaan Korupsi, Massa Desak Kejati Segera Periksa Rizal Marsaoly
FAKB Malut Kepung Kantor Wali Kota dan Kejati, Desak Sekda Ternate Diperiksa atas Dugaan Korupsi Beruntun
THR ASN Ternate Molor, Dugaan Bobroknya Pengelolaan Anggaran
Konflik Desa Saketa tak Selesai, Warga Lima Negeri Desak DPRD Bentuk Angket Bupati

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 04:28

Kejati Maluku Utara Didesak Telusuri Pekerjaan Area Parkir Terminal Payahe, CV Citra Mandiri Harus Dipanggil

Senin, 6 April 2026 - 07:16

LIN Malut “Ultimatum” Kejati: Jangan Lindungi Rizal Marsaoly di Kasus Rumah Dinas

Selasa, 31 Maret 2026 - 12:27

Dana THR Pemkot Ternate Diduga Dipakai untuk Kegiatan Lain, LIN Desak Audit BPK

Senin, 30 Maret 2026 - 06:56

Sekda Ternate Diseret ke Pusaran Dugaan Korupsi, Massa Desak Kejati Segera Periksa Rizal Marsaoly

Rabu, 25 Maret 2026 - 04:23

Dugaan “Titipan” Anggaran 5,1 Miliar di Kantor Camat Ternate Tengah, Kejari Didesak Turun Tangan

Minggu, 22 Maret 2026 - 08:33

BPK Temukan Dugaan Penyimpangan Rp 268 Juta di PDAM Morotai, Mantan Plt Dirut Bakal Dilaporkan ke Kejati

Senin, 16 Februari 2026 - 02:29

Kasus Dugaan Korupsi Dana Retreat Halsel Kembali Disorot, Kejati Didesak Segera Tetapkan Tersangka

Jumat, 13 Februari 2026 - 05:56

Kejati Ditantang Jerat Kadis PMD dan Ketua APDESI Halsel dalam Kasus Retreat, Mudasir: Kami Akan Kawal sampai Kejagung

Berita Terbaru