Kejati Malut Usut Dugaan Korupsi Tunjangan DPRD, Muhaimin Syarif Diperiksa

- Penulis Berita

Rabu, 12 November 2025 - 22:24

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERNATE, Gapitujudua.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara semakin gencar melakukan penyelidikan terkait dugaan korupsi tunjangan DPRD Provinsi Maluku Utara periode 2019-2024. Muhaimin Syarif alias Ucu, terpidana kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK RI, kembali diperiksa oleh Kejati Malut pada

Ucu, yang keluar dari kantor Kpejati Malut sekitar pukul 19:59 WIT, memilih untuk bungkam saat dicecar pertanyaan oleh awak media. Mengenakan kemeja putih, topi, dan masker hitam, ia hanya menjawab singkat, “Tanya saja ke penyidik,” sebelum bergegas meninggalkan lokasi.

Kasi Penkum Kejati Maluku Utara, Richard Sinaga, membenarkan adanya pemeriksaan terhadap mantan anggota DPRD Maluku Utara tersebut. Menurutnya, pemeriksaan ini terkait dengan dugaan penyimpangan dana tunjangan operasional dan rumah tangga DPRD Maluku Utara yang diterima pimpinan dan anggota senilai Rp60 juta per bulan selama periode 2019-2024.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain Ucu, sejumlah pihak lain yang diduga mengetahui aliran dana juga telah diperiksa, termasuk Ketua DPRD Maluku Utara Ikbal Ruray, Wakil Ketua DPRD Maluku Utara Kuntu Daud, eks Sekretaris DPRD Maluku Utara Abubakar Abdullah, dan Bendahara DPRD Maluku Utara Rusmala. Lebih dari 10 orang telah dimintai keterangan oleh tim penyelidik Bidang Pidsus Kejati Maluku Utara.

Kejati Malut tidak hanya fokus pada anggaran Rp60 juta per bulan, tetapi juga menelusuri tunjangan perumahan dan transportasi pimpinan serta anggota DPRD yang mencapai Rp29,832 miliar selama periode 2019–2024, serta Rp16,2 miliar untuk tunjangan transportasi seluruh anggota dewan. Anggaran fantastis ini bersumber dari APBD Provinsi Maluku Utara yang melekat pada Sekretariat DPRD Malut.

Penyelidikan ini diharapkan dapat mengungkap secara tuntas dugaan korupsi yang merugikan keuangan daerah dan menyeret para pelaku ke meja hijau.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kekurangan Volume Proyek Drive Center Maitara, LIN Minta Kejati Periksa Kadisbudpar Tidore dan Rekanan
Setahun Penyidikan, Kasus Islamic Center Halteng Belum Ada Tersangka, LIN Minta Seret Kontraktor
Vonis 4 Tahun Andi Sudirman Dianggap Tidak Mencerminkan Keadilan
Kejati Maluku Utara Didesak Telusuri Pekerjaan Area Parkir Terminal Payahe, CV Citra Mandiri Harus Dipanggil
LIN Malut “Ultimatum” Kejati: Jangan Lindungi Rizal Marsaoly di Kasus Rumah Dinas
Dana THR Pemkot Ternate Diduga Dipakai untuk Kegiatan Lain, LIN Desak Audit BPK
THR Dicicil, Ada Dugaan Anggaran Sudah Terpakai? Sekda Ternate Didesak Buka-bukaan
Sekda Ternate Diseret ke Pusaran Dugaan Korupsi, Massa Desak Kejati Segera Periksa Rizal Marsaoly

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 05:57

Kekurangan Volume Proyek Drive Center Maitara, LIN Minta Kejati Periksa Kadisbudpar Tidore dan Rekanan

Senin, 4 Mei 2026 - 08:11

Setahun Penyidikan, Kasus Islamic Center Halteng Belum Ada Tersangka, LIN Minta Seret Kontraktor

Minggu, 3 Mei 2026 - 04:41

Vonis 4 Tahun Andi Sudirman Dianggap Tidak Mencerminkan Keadilan

Selasa, 7 April 2026 - 04:28

Kejati Maluku Utara Didesak Telusuri Pekerjaan Area Parkir Terminal Payahe, CV Citra Mandiri Harus Dipanggil

Selasa, 31 Maret 2026 - 12:27

Dana THR Pemkot Ternate Diduga Dipakai untuk Kegiatan Lain, LIN Desak Audit BPK

Senin, 30 Maret 2026 - 06:56

Sekda Ternate Diseret ke Pusaran Dugaan Korupsi, Massa Desak Kejati Segera Periksa Rizal Marsaoly

Senin, 30 Maret 2026 - 06:51

FAKB Malut Kepung Kantor Wali Kota dan Kejati, Desak Sekda Ternate Diperiksa atas Dugaan Korupsi Beruntun

Rabu, 25 Maret 2026 - 04:23

Dugaan “Titipan” Anggaran 5,1 Miliar di Kantor Camat Ternate Tengah, Kejari Didesak Turun Tangan

Berita Terbaru