Aksi Penolakan DOB Sofifi Membawa Parang, Polisi Diminta Bertindak

- Penulis Berita

Rabu, 23 Juli 2025 - 11:41

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 SOFIFI, GapiTujudua — Ketegangan terkait pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) Sofifi, Maluku Utara, semakin memanas. Pendukung DOB menyatakan kekecewaan mendalam atas aksi sekelompok warga yang menolak pembentukan DOB dengan membawa senjata tajam berupa parang saat unjuk rasa di tempat umum.

Aksi tersebut dinilai tidak hanya mengintimidasi, tetapi juga melanggar hukum dan berpotensi memicu konflik yang lebih luas.

Pada Kamis (17/7/2025), seorang kepala desa dari wilayah Barbar mendesak aparat kepolisian segera menindak tegas salah satu panglima yang kedapatan membawa parang saat demonstrasi penolakan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Membawa senjata tajam dalam aksi unjuk rasa adalah pelanggaran serius. Kami mendesak polisi bertindak cepat agar situasi tidak semakin memburuk,” ujarnya.

Masyarakat Sofifi yang mendukung DOB menegaskan bahwa tindakan membawa parang dapat dikategorikan sebagai pelanggaran pidana dan mengganggu ketertiban umum. Mereka meminta polisi menjamin keamanan massa dan menindak pelaku.

“Kami ingin DOB Sofifi terwujud untuk kemajuan daerah. Cara-cara seperti ini justru mencoreng perjuangan kami,” kata salah satu warga Sofifi.

 

Pendukung DOB juga menekankan bahwa aspirasi pembentukan daerah otonom harus disampaikan melalui dialog damai dan jalur resmi, bukan dengan intimidasi atau kekerasan. Mereka mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas insiden ini demi memberikan efek jera dan menjaga stabilitas wilayah.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak yang menolak DOB Sofifi belum memberikan pernyataan resmi terkait tudingan tersebut. Sementara itu, kepolisian setempat terus memantau situasi untuk mencegah potensi konflik. Masyarakat diimbau tetap tenang dan menahan diri demi menjaga kondusivitas.

“Kami berharap semua pihak bisa duduk bersama dan menyelesaikan perbedaan pendapat ini dengan kepala dingin,” tambah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Situasi ini menjadi sorotan publik. Banyak pihak menunggu langkah tegas aparat demi menjamin keamanan dan keadilan di Maluku Utara.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kejati Maluku Utara Didesak Telusuri Pekerjaan Area Parkir Terminal Payahe, CV Citra Mandiri Harus Dipanggil
LIN Malut “Ultimatum” Kejati: Jangan Lindungi Rizal Marsaoly di Kasus Rumah Dinas
Dana THR Pemkot Ternate Diduga Dipakai untuk Kegiatan Lain, LIN Desak Audit BPK
THR Dicicil, Ada Dugaan Anggaran Sudah Terpakai? Sekda Ternate Didesak Buka-bukaan
Sekda Ternate Diseret ke Pusaran Dugaan Korupsi, Massa Desak Kejati Segera Periksa Rizal Marsaoly
FAKB Malut Kepung Kantor Wali Kota dan Kejati, Desak Sekda Ternate Diperiksa atas Dugaan Korupsi Beruntun
THR ASN Ternate Molor, Dugaan Bobroknya Pengelolaan Anggaran
Konflik Desa Saketa tak Selesai, Warga Lima Negeri Desak DPRD Bentuk Angket Bupati

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 04:28

Kejati Maluku Utara Didesak Telusuri Pekerjaan Area Parkir Terminal Payahe, CV Citra Mandiri Harus Dipanggil

Senin, 6 April 2026 - 07:16

LIN Malut “Ultimatum” Kejati: Jangan Lindungi Rizal Marsaoly di Kasus Rumah Dinas

Selasa, 31 Maret 2026 - 12:27

Dana THR Pemkot Ternate Diduga Dipakai untuk Kegiatan Lain, LIN Desak Audit BPK

Senin, 30 Maret 2026 - 06:56

Sekda Ternate Diseret ke Pusaran Dugaan Korupsi, Massa Desak Kejati Segera Periksa Rizal Marsaoly

Rabu, 25 Maret 2026 - 04:23

Dugaan “Titipan” Anggaran 5,1 Miliar di Kantor Camat Ternate Tengah, Kejari Didesak Turun Tangan

Minggu, 22 Maret 2026 - 08:33

BPK Temukan Dugaan Penyimpangan Rp 268 Juta di PDAM Morotai, Mantan Plt Dirut Bakal Dilaporkan ke Kejati

Senin, 16 Februari 2026 - 02:29

Kasus Dugaan Korupsi Dana Retreat Halsel Kembali Disorot, Kejati Didesak Segera Tetapkan Tersangka

Jumat, 13 Februari 2026 - 05:56

Kejati Ditantang Jerat Kadis PMD dan Ketua APDESI Halsel dalam Kasus Retreat, Mudasir: Kami Akan Kawal sampai Kejagung

Berita Terbaru