Pengadaan Tablet & Diamnya Wakil Rakyat: Ada Apa Di Balik Pengadaan “Semi Pokir”?

- Penulis Berita

Senin, 28 Juli 2025 - 06:15

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ternate,Gapi72 – Pengadaan alat elektronik berupa 30 unit tablet PC dan pakaian dinas mewah untuk anggota DPRD Kota Ternate kini menjadi sorotan tajam. Nilai pengadaan yang fantastis, ditambah dugaan adanya pengelolaan oleh oknum internal di lingkup Sekretariat DPRD, memunculkan kecurigaan publik terhadap transparansi dan integritas proses tersebut.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa pengadaan ini tidak hanya sarat kepentingan, namun juga dikaitkan dengan dugaan upaya “membungkam” suara-suara kritis terhadap kebijakan strategis Pemerintah Kota Ternate. “Ini bukan sekadar soal fasilitas, ini soal kompromi politik yang berpotensi mengkhianati kepercayaan rakyat,” ungkap salah satu sumber internal DPRD yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Sumber tersebut menyoroti perubahan sikap sejumlah anggota DPRD yang sebelumnya lantang mengkritik kebijakan Pemkot, namun kini terkesan bungkam. Dugaan praktik “barter diam” pun mencuat: fasilitas mewah diberikan sebagai kompensasi agar kritik terhadap Pemkot meredup atau bahkan lenyap dari ruang publik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih parah lagi, proses pengadaan disebut tertutup dan minim pengawasan. Tidak ada transparansi anggaran, tidak jelas siapa pelaksana proyek, dan diduga kuat hanya segelintir orang dalam DPRD yang mengetahui detail pelaksanaannya. Hal ini memperkuat dugaan bahwa proyek tersebut bersifat “semi pokir” yang diatur demi kepentingan kelompok tertentu, bukan kebutuhan institusional.

“Pertanyaannya sederhana: siapa yang mengatur? Apakah melalui mekanisme terbuka? Mengapa tidak diumumkan secara transparan kepada publik maupun anggota DPRD lainnya?” tanya salah satu pengamat kebijakan publik.

Situasi ini menjadi lebih memprihatinkan karena terjadi di tengah kondisi keuangan daerah yang belum stabil. Banyak program infrastruktur mangkrak, utang BPJS belum dilunasi, serta serapan anggaran di sejumlah OPD masih rendah. Pengadaan fasilitas mewah di tengah krisis ini dianggap tidak hanya tidak etis, tetapi juga bentuk pemborosan anggaran yang tidak memiliki urgensi.

Praktisi hukum Kota Ternate, Iskandar Joisangaji, mendesak aparat penegak hukum untuk turun tangan. “Kalau benar fasilitas itu dijadikan alat untuk membungkam fungsi pengawasan DPRD terhadap Pemkot, maka ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap amanat rakyat. DPRD itu bukan perpanjangan tangan kekuasaan, tapi wakil rakyat yang seharusnya bersuara lantang demi kepentingan publik,” tegas Iskandar.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pimpinan DPRD maupun Pemkot. Publik kini menunggu penjelasan terbuka dan langkah korektif atas isu yang dinilai mencederai semangat demokrasi dan transparansi pemerintahan.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

THR Dicicil, Ada Dugaan Anggaran Sudah Terpakai? Sekda Ternate Didesak Buka-bukaan
THR ASN Ternate Molor, Dugaan Bobroknya Pengelolaan Anggaran
Konflik Desa Saketa tak Selesai, Warga Lima Negeri Desak DPRD Bentuk Angket Bupati
PT Buli Bangun Tegaskan Komitmen Transparansi dan Kualitas Proyek Jalan Weda–Mafa–Matuting–Saketa
Peringati Isra Miraj, Panti Anak Gelar Kegiatan Perisai
Pengelolaan Dana Desa Sabaleh Menimbulkan Keraguan, Masyarakat Minta Inspektorat Turun Lapangan  
Desa Talaga Harumkan Maluku Utara, Tembus Pemenang Nasional Desa Wisata Nusantara 2025
Camat Malifut Dorong Kolaborasi Stakeholder untuk Cegah Stunting dan Lengkapi Pendataan Kesehatan  

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 04:28

Kejati Maluku Utara Didesak Telusuri Pekerjaan Area Parkir Terminal Payahe, CV Citra Mandiri Harus Dipanggil

Senin, 6 April 2026 - 07:16

LIN Malut “Ultimatum” Kejati: Jangan Lindungi Rizal Marsaoly di Kasus Rumah Dinas

Selasa, 31 Maret 2026 - 12:27

Dana THR Pemkot Ternate Diduga Dipakai untuk Kegiatan Lain, LIN Desak Audit BPK

Senin, 30 Maret 2026 - 06:56

Sekda Ternate Diseret ke Pusaran Dugaan Korupsi, Massa Desak Kejati Segera Periksa Rizal Marsaoly

Rabu, 25 Maret 2026 - 04:23

Dugaan “Titipan” Anggaran 5,1 Miliar di Kantor Camat Ternate Tengah, Kejari Didesak Turun Tangan

Minggu, 22 Maret 2026 - 08:33

BPK Temukan Dugaan Penyimpangan Rp 268 Juta di PDAM Morotai, Mantan Plt Dirut Bakal Dilaporkan ke Kejati

Senin, 16 Februari 2026 - 02:29

Kasus Dugaan Korupsi Dana Retreat Halsel Kembali Disorot, Kejati Didesak Segera Tetapkan Tersangka

Jumat, 13 Februari 2026 - 05:56

Kejati Ditantang Jerat Kadis PMD dan Ketua APDESI Halsel dalam Kasus Retreat, Mudasir: Kami Akan Kawal sampai Kejagung

Berita Terbaru