Program Bantuan RTLH Provinsi Malut Hanya Pencitraan, Upah Tukang Hanya Rp 2,5 Juta

- Penulis Berita

Minggu, 21 September 2025 - 14:55

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERNATE, Gapi72– Program Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan Dapur Sehat tahun anggaran 2025 yang digulirkan Pemerintah Provinsi Maluku Utara menuai sorotan.

Program yang dipimpin oleh Gubernur Maluku Utara, Serly Tjoanda, dinilai hanya sebagai ajang pencitraan setelah ditemukan kasus di mana rumah yang sudah dibangun oleh pihak lain justru dijadikan objek kunjungan gubernur.

Kasus ini menimpa Rohani Ismail, warga Kelurahan Muhajirin, Kecamatan Kota Ternate Tengah. Rumah miliknya yang sebelumnya telah direnovasi oleh yayasan milik Wakil Wali Kota Ternate, Nasab, tiba-tiba menjadi lokasi kunjungan kerja Gubernur Serly Tjoanda bersama jajaran Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (PERKIM) Provinsi pada tanggal 15 September lalu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat dikonfirmasi awak media, Rohani Ismail mengungkapkan bahwa sebelumnya pihak PERKIM provinsi memang telah melakukan survei di rumahnya. Namun, tidak ada tindak lanjut hingga akhirnya rumah tersebut dibangun oleh yayasan milik Wakil Wali Kota Ternate. “Setelah dibangun, berjalan beberapa waktu datang Pegawai PERKIM Provinsi, dan berkoordinasi dengan Pak Lurah setempat untuk melakukan koordinasi terkait blusukan Gubernur ke tempat saya” tutur Rohani.

Siangnya, Gubernur Serly Tjoanda bersama rombongan datang berkunjung. Kedatangan Gubernur disambut antusias oleh sebagian warga yang berteriak, “Tong tara salah pilih Gubernur,” yang berarti “Kami tidak salah pilih Gubernur.” Namun, di balik kemeriahan tersebut, Rohani Ismail merasa kecewa. Ia menyatakan bahwa hingga saat ini, proses pekerjaan dari program provinsi belum juga dimulai.

“Mereka baru berikan material berupa pasir dan batu serta semen dan seng, tapi belum dikerjakan,” keluh Rohani. Lebih lanjut, ia juga menyoroti masalah upah tukang. “Kita diminta untuk cari tukang, tetapi upah tukangnya hanya 2.500, 000 dari total anggaran 25 juta. Jadi ongkos tukang itu 10 persen dari anggaran yang ada itu,” ungkapnya, mengisyaratkan bahwa alokasi upah tenaga kerja sangat minim dan tidak proporsional.

Selain itu, Rohani juga menyebutkan adanya permintaan untuk menandatangani kuitansi material, termasuk pasir, yang menambah daftar kejanggalan dalam pelaksanaan program ini. Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai efektivitas dan transparansi program bantuan RTLH yang seharusnya bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

THR Dicicil, Ada Dugaan Anggaran Sudah Terpakai? Sekda Ternate Didesak Buka-bukaan
THR ASN Ternate Molor, Dugaan Bobroknya Pengelolaan Anggaran
Konflik Desa Saketa tak Selesai, Warga Lima Negeri Desak DPRD Bentuk Angket Bupati
PT Buli Bangun Tegaskan Komitmen Transparansi dan Kualitas Proyek Jalan Weda–Mafa–Matuting–Saketa
Peringati Isra Miraj, Panti Anak Gelar Kegiatan Perisai
Pengelolaan Dana Desa Sabaleh Menimbulkan Keraguan, Masyarakat Minta Inspektorat Turun Lapangan  
Desa Talaga Harumkan Maluku Utara, Tembus Pemenang Nasional Desa Wisata Nusantara 2025
Camat Malifut Dorong Kolaborasi Stakeholder untuk Cegah Stunting dan Lengkapi Pendataan Kesehatan  
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 05:57

Kekurangan Volume Proyek Drive Center Maitara, LIN Minta Kejati Periksa Kadisbudpar Tidore dan Rekanan

Senin, 4 Mei 2026 - 08:11

Setahun Penyidikan, Kasus Islamic Center Halteng Belum Ada Tersangka, LIN Minta Seret Kontraktor

Minggu, 3 Mei 2026 - 04:41

Vonis 4 Tahun Andi Sudirman Dianggap Tidak Mencerminkan Keadilan

Selasa, 7 April 2026 - 04:28

Kejati Maluku Utara Didesak Telusuri Pekerjaan Area Parkir Terminal Payahe, CV Citra Mandiri Harus Dipanggil

Selasa, 31 Maret 2026 - 12:27

Dana THR Pemkot Ternate Diduga Dipakai untuk Kegiatan Lain, LIN Desak Audit BPK

Senin, 30 Maret 2026 - 06:56

Sekda Ternate Diseret ke Pusaran Dugaan Korupsi, Massa Desak Kejati Segera Periksa Rizal Marsaoly

Senin, 30 Maret 2026 - 06:51

FAKB Malut Kepung Kantor Wali Kota dan Kejati, Desak Sekda Ternate Diperiksa atas Dugaan Korupsi Beruntun

Rabu, 25 Maret 2026 - 04:23

Dugaan “Titipan” Anggaran 5,1 Miliar di Kantor Camat Ternate Tengah, Kejari Didesak Turun Tangan

Berita Terbaru