Aroma Panik Pasca Temuan BPK, Kepala OPD di Malut Diduga Saling Jegal Demi Selamatkan Jabatan

- Penulis Berita

Jumat, 9 Januari 2026 - 11:57

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Gubernur Provinsi Maluku Utara

Kantor Gubernur Provinsi Maluku Utara

GAPI, SOFIFI – Pasca mencuatnya temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Maluku Utara, dinamika internal di tubuh Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) diduga bergerak ke arah yang tidak sehat. Sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) disebut-sebut mulai melakukan manuver internal, bahkan saling menjegal, demi mengamankan posisi dan menarik simpati langsung Gubernur Malut.

Informasi investigatif yang dihimpun media ini mengungkap, persaingan antar Kepala OPD menguat seiring meningkatnya tekanan pemeriksaan atas pengelolaan anggaran dan pelaksanaan program kerja di sejumlah instansi. Situasi ini diperparah dengan sorotan publik terhadap penanganan isu strategis, mulai dari temuan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK hingga respons pemerintah terhadap bencana alam di Halmahera Barat dan Halmahera Utara.

Sumber internal Pemprov Malut yang mengetahui langsung dinamika tersebut, Jumat (9/1/2026), mengungkapkan bahwa sejumlah Kepala OPD diduga aktif menyampaikan laporan sepihak kepada Gubernur, tidak jarang disertai narasi yang melemahkan OPD lain.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bukan sekadar berlomba kinerja. Ada indikasi informasi sengaja dipelintir atau dipotong untuk menjatuhkan OPD lain yang dianggap lebih dekat dengan Gubernur. Motifnya jelas: cari posisi aman,” ujar sumber tersebut.

Menurutnya, praktik ini dilakukan secara sistematis, terutama oleh OPD yang masuk radar pemeriksaan internal. Beberapa Kepala OPD disebut berusaha tampil paling responsif, paling cepat, dan paling loyal di hadapan pimpinan daerah, sembari menutup atau mengaburkan peran pihak lain.

“Mereka ingin terlihat bersih, aktif, dan patuh. Padahal di saat yang sama, OPD lain didorong ke posisi defensif,” lanjutnya.

Investigasi media ini juga menemukan bahwa tim internal Pemprov Malut tengah melakukan verifikasi lanjutan atas tindak lanjut rekomendasi BPK. Dari rekomendasi yang bersifat kolektif tersebut, tidak semua OPD telah menyelesaikan kewajibannya. Kondisi inilah yang diduga memicu kepanikan birokrasi.

“Beberapa OPD sudah menindaklanjuti, tapi ada juga yang belum. Yang belum ini justru paling agresif mencari perhatian,” ungkap sumber itu.

Fenomena ini memunculkan dugaan bahwa manuver antar Kepala OPD bukan semata soal kinerja, melainkan strategi bertahan di tengah ancaman evaluasi, rotasi jabatan, hingga konsekuensi hukum lanjutan jika temuan BPK tidak ditindaklanjuti secara serius.

Sejumlah pejabat internal menilai, jika praktik saling jegal ini dibiarkan, bukan hanya merusak soliditas birokrasi, tetapi juga berpotensi mengganggu objektivitas proses pemeriksaan internal. Lebih jauh, publik berisiko menjadi korban dari pelayanan yang dikendalikan oleh kepentingan penyelamatan jabatan, bukan kebutuhan masyarakat.

“Ketika pejabat lebih sibuk mengamankan kursi daripada menyelesaikan temuan BPK, itu alarm bahaya bagi tata kelola pemerintahan,” pungkas salah satu pejabat senior Pemprov Malut. (luy)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Gubernur Maluku Utara Diminta Segera Lunasi Utang Proyek, Gugatan Rp 115 Miliar Bergulir di BANI
Jabatan Berlapis dalam Satu Keluarga, Konflik Kepentingan Mengintai Pemprov Malut
Penonaktifan 4 Kepala OPD Dipersoalkan Akademisi: Jangan Jadikan Status Terperiksa Alat Singkirkan Lawan
Empat OPD Dinonaktifkan, Abubakar Aman Meski Terperiksa: Ada Apa di Balik Kebijakan Gubernur Malut?
PHI ke 97 di Malut, Gubernur Sherly Beri Semangat kepada Warga Binaan di Lapas Perempuan Ternate
Disambut Antusias Ribuan Warga Morotai Timur, Gubernur Sherly Didampingi Kadis Perindag Bagi Sembako
Potensi Laut Malut Tunggu Investor, Forum Diskusi KKPD Ternate Dorong Pembangunan Berkelanjutan
2026, Tidak Ada Lagi Utang di Pemprov Malut

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 05:57

Kekurangan Volume Proyek Drive Center Maitara, LIN Minta Kejati Periksa Kadisbudpar Tidore dan Rekanan

Senin, 4 Mei 2026 - 08:11

Setahun Penyidikan, Kasus Islamic Center Halteng Belum Ada Tersangka, LIN Minta Seret Kontraktor

Minggu, 3 Mei 2026 - 04:41

Vonis 4 Tahun Andi Sudirman Dianggap Tidak Mencerminkan Keadilan

Selasa, 7 April 2026 - 04:28

Kejati Maluku Utara Didesak Telusuri Pekerjaan Area Parkir Terminal Payahe, CV Citra Mandiri Harus Dipanggil

Selasa, 31 Maret 2026 - 12:27

Dana THR Pemkot Ternate Diduga Dipakai untuk Kegiatan Lain, LIN Desak Audit BPK

Senin, 30 Maret 2026 - 06:56

Sekda Ternate Diseret ke Pusaran Dugaan Korupsi, Massa Desak Kejati Segera Periksa Rizal Marsaoly

Senin, 30 Maret 2026 - 06:51

FAKB Malut Kepung Kantor Wali Kota dan Kejati, Desak Sekda Ternate Diperiksa atas Dugaan Korupsi Beruntun

Rabu, 25 Maret 2026 - 04:23

Dugaan “Titipan” Anggaran 5,1 Miliar di Kantor Camat Ternate Tengah, Kejari Didesak Turun Tangan

Berita Terbaru